
wawancara kerja atau "interview" adalah suatu test yang mengandalkan kemampuan negosiasi dan kemampuan berbicara dari seseorang untuk mendapatkan pekerjaan dalam suatu perusahaan. Biasanya test wawancara ini menjadi tahap akhir test kerja, tapi ada pula yang di awal test sudah menerapkan interview.
Interview ini sangat menentukan sekali terhadap diterima atau tidaknya si calon karyawan pada sebuah perusahaan. Banyak sekali orang yang gagal dalam tahap interview. Terkadang mahasiswa yang pintar dengan ipk tinggi merasa kesulitan ketika menghadapi test ini.
Interview ini sangat menentukan sekali terhadap diterima atau tidaknya si calon karyawan pada sebuah perusahaan. Banyak sekali orang yang gagal dalam tahap interview. Terkadang mahasiswa yang pintar dengan ipk tinggi merasa kesulitan ketika menghadapi test ini.
Berikut ini akan disampaikan kiat-kiat untuk menghadapi ujian wawancara :
1. Jujur
Jawablah pertanyaan si pewawancara (interviewer) dengan jujur, karena dimulai dengan kejujuran maka sesuatu akan berjalan lancar Insya Allah. Dengan kejujuran ini juga akan menurunkan tingkat korupsi yang menjadi permasalahan kronis negara kita. Berkata jujur memangbagi sebagian orang akan terasa "sulit" tapi harus di coba untuk kemajuan karir kita. Mulailah dengan jujur ketika wawancara, karena bila mulai dengan kebohongan, maka selanjutnya kita akan mendapat pekerjaan diluar kemampuan kita. Misalkan ketika ditanya pengalaman, bilang saja jujur "pengalaman 1 tahun atau 2 tahun misalnya". Ketika kita bilang pengalaman kita 5 tahun padahal sebenarnya cuma 2 tahun, kemudian manager/supervisor kita menugasi kita dengan pekerjaan yang sedemikian beratnya dan mungkin hanya bisa dikerjakan oleh "yang berpengalaman 5 tahun" bagaimana kita akan mengerjakannya? jujur itu penting. maka mulailah dengan kejujuran.
2. Percaya Diri
Ketika orang berbicara, sikap dan prilaku serta tata bahasa orang tersebut dipengaruhi oleh kepercayaan diri orang tersebut. PD memegang peranan penting dalam interview. orang yang tidak punya percaya diri "tidak akan" dipercaya pewawancara dan akan kelihatan gugup, grogi, gemetaran dan gelagapan. Nilai diri kita juga akan turun jika tidak PD. Tunjukan saja rasa percaya diri yang tinggi ketika di wawancara. Jika tidak PD maka harus berlatih dulu, bagaimana untuk menjadi orang yang percaya diri?. Setiap orang diciptakan unik, dan kita tidak usah rendah diri dan malu akan kekurangan fisik kita. Biasanya orang yang tidak percaya diri gara-gara kondisi fisik (maaf bila ada yang tersinggung). Terkadang orang yang merasa dirinya jelek, atau tidak cantik, atau tidak langsing akan merasa minder dan kurang percaya diri. Cara terbaik menumbuhkan rasa percaya diri adalah dengan bilang pada diri sendiri akan hal-hal yang bagus dan baik, misalkan begini : saya tampan (padahal kata orang lain saya jelek, maaf lagi (berjerawat) ) bilang saja pada diri sendiri "saya tampan" atau "saya cantik"(bagi yang perempuan). Karena alasanya sederhana, kalau kita sendiri yang bilang bahwa saya "jelek", bagaimana mungkin orang lain mau bilang "tampan" atau "cantik". Setidaknya kalo misalkan "saya tampan" atau "saya cantik", maka minimal ada 1 orang yang bilang bahwa anda "tampan" atau "cantik". Maka mulailah berlatih untuk PD.
3. Meyakinkan
Tampil meyakinkan dengan busana rapi dan sopan, bukan semata hanya itu yang akan di kupas dalam kiat "meyakinkan" ini. Tetapi disini akan ditekankan pada bagaimana cara meyakinkan orang. Terutama orang yang menginterview (baca: interviewer) kita. Untuk dapat meyakinkan orang, modal kejujuran dan PD menjadi keharusan disini. Jika anda sedang di interview, pasti akan berkata dengan sopan dan tata bahasa yang benar. Tapi tidak cukup hanya itu saja yang dapat meningkatkan peluang untuk di terima di sebuah perusahaan. Yang lebih penting yaitu bagaimana cara meyakinkan interviewer bahwa sebenarnya anda bisa melakukan pekerjaan itu, bisa menerima jabatan dan posisi itu pada perusahaan. Itu yang harus jadi fokus perhatian kita. tentang bagaimana meyakinkan interviewer. Utarakanlah fakta-fakta tentang pengetahuan ataupun kemampuan anda pada interviewer dengan gaya bahasa anda sendiri dan coba untuk berikan garansi dan argumentasi yang mendukung bahwa anda itu bisa menerima job tersebut, dan hanya anda yang pantas menerimanya. Biarkanlah keegoisan mengalir disini. Dengan upaya upaya untuk meyakinkan pada inerviewer bahwa "saya bisa" saya itu punya kemampuan ini, saya bisa bekerja dalam tim, saya juga bisa memimpin sebuah team. Kalau Pak SBY bilang "Indonesia Bisa!". Ketika anda meyakinkan interviewer ini jangan terlihat memaksa dan menyudutkan interviewer, tetapi harus bersahabat dan berlapang dada. Dengan kata lain anda juga harus siap menang dan juga siap kalah. Anggap saja bila di interview yang pertama gagal, adalah sebagai pembelajaran supaya di interview yang ke dua kalinya tidak gagal. Dan akan terus mencoba hingga kita pada akhirnya berhasil melewati tahap interview. Belajar dari kegagalan adalah lebih baik daripada tidak pernah belajar dan gagal. Teruslah mencoba, karena kiat-kiat ini tidak akan berguna bila hanya di baca saja dan tidak dipraktekan. silakan berkomentar.
2. Percaya Diri
Ketika orang berbicara, sikap dan prilaku serta tata bahasa orang tersebut dipengaruhi oleh kepercayaan diri orang tersebut. PD memegang peranan penting dalam interview. orang yang tidak punya percaya diri "tidak akan" dipercaya pewawancara dan akan kelihatan gugup, grogi, gemetaran dan gelagapan. Nilai diri kita juga akan turun jika tidak PD. Tunjukan saja rasa percaya diri yang tinggi ketika di wawancara. Jika tidak PD maka harus berlatih dulu, bagaimana untuk menjadi orang yang percaya diri?. Setiap orang diciptakan unik, dan kita tidak usah rendah diri dan malu akan kekurangan fisik kita. Biasanya orang yang tidak percaya diri gara-gara kondisi fisik (maaf bila ada yang tersinggung). Terkadang orang yang merasa dirinya jelek, atau tidak cantik, atau tidak langsing akan merasa minder dan kurang percaya diri. Cara terbaik menumbuhkan rasa percaya diri adalah dengan bilang pada diri sendiri akan hal-hal yang bagus dan baik, misalkan begini : saya tampan (padahal kata orang lain saya jelek, maaf lagi (berjerawat) ) bilang saja pada diri sendiri "saya tampan" atau "saya cantik"(bagi yang perempuan). Karena alasanya sederhana, kalau kita sendiri yang bilang bahwa saya "jelek", bagaimana mungkin orang lain mau bilang "tampan" atau "cantik". Setidaknya kalo misalkan "saya tampan" atau "saya cantik", maka minimal ada 1 orang yang bilang bahwa anda "tampan" atau "cantik". Maka mulailah berlatih untuk PD.
3. Meyakinkan
Tampil meyakinkan dengan busana rapi dan sopan, bukan semata hanya itu yang akan di kupas dalam kiat "meyakinkan" ini. Tetapi disini akan ditekankan pada bagaimana cara meyakinkan orang. Terutama orang yang menginterview (baca: interviewer) kita. Untuk dapat meyakinkan orang, modal kejujuran dan PD menjadi keharusan disini. Jika anda sedang di interview, pasti akan berkata dengan sopan dan tata bahasa yang benar. Tapi tidak cukup hanya itu saja yang dapat meningkatkan peluang untuk di terima di sebuah perusahaan. Yang lebih penting yaitu bagaimana cara meyakinkan interviewer bahwa sebenarnya anda bisa melakukan pekerjaan itu, bisa menerima jabatan dan posisi itu pada perusahaan. Itu yang harus jadi fokus perhatian kita. tentang bagaimana meyakinkan interviewer. Utarakanlah fakta-fakta tentang pengetahuan ataupun kemampuan anda pada interviewer dengan gaya bahasa anda sendiri dan coba untuk berikan garansi dan argumentasi yang mendukung bahwa anda itu bisa menerima job tersebut, dan hanya anda yang pantas menerimanya. Biarkanlah keegoisan mengalir disini. Dengan upaya upaya untuk meyakinkan pada inerviewer bahwa "saya bisa" saya itu punya kemampuan ini, saya bisa bekerja dalam tim, saya juga bisa memimpin sebuah team. Kalau Pak SBY bilang "Indonesia Bisa!". Ketika anda meyakinkan interviewer ini jangan terlihat memaksa dan menyudutkan interviewer, tetapi harus bersahabat dan berlapang dada. Dengan kata lain anda juga harus siap menang dan juga siap kalah. Anggap saja bila di interview yang pertama gagal, adalah sebagai pembelajaran supaya di interview yang ke dua kalinya tidak gagal. Dan akan terus mencoba hingga kita pada akhirnya berhasil melewati tahap interview. Belajar dari kegagalan adalah lebih baik daripada tidak pernah belajar dan gagal. Teruslah mencoba, karena kiat-kiat ini tidak akan berguna bila hanya di baca saja dan tidak dipraktekan. silakan berkomentar.